Saturday, September 12, 2020

FLP Aceh Gelar Gebyar Literasi

 


Selama tiga malam kedepan, mulai 11 September 2020. Flp Aceh mengadakan acara Literasi daring bertajuk Gebyar Literasi. Acara ini dimaksudkan untuk sharing tentang literasi bersama para pembaca dan penulis dari berbagai daerah. Kegiatan ini dibuka untuk umum, siapa saja boleh mendaftarkan diri dan masuk ke zoom meeting secara gratis.

Tadi malam, pada malam pembukaan Rahmat Idris, beliau penulis buku nasional menceritakan tentang bagaimana sejarah kesusastraan di Aceh dan tantangan menulis di era Pandemi. Selanjutnya materi kedua di isi penulis buku Anak Bebi Hariyanti Dewi. Penulis dan editor ini  karyanya sudah terpajang di rak toko buku seluruh Indonesia. Beliau bercerita bagaimana proses menulis menulis karya anak-anak yang ringan dan sarat dengan nilai pembelajaran kepada pembaca.

Untuk nanti malam  akan datang penulis puisi nasional, Maradona yang sekarang menjadi guru di Fatih Billigual School, dia akan merefresh kembali memori kita tentang merangkai kata, menuang rasa dalam puisi.

Di malam penutupan akan diisi oleh tokoh muda Aceh yang baru menikahi gadis Bandung, Aula Andika Al-Balad. Setelah menyelesaikan studinya di Lehigh University di Amerika, beliau akan sharing kepada peserta webinar tentang bijak bermedia sosial.





Nurhasanah sebagai inisiator acara mengungkapkan kalau acara ini juga sebagai sarana silaturahmi para penulis dan punggawa FLP Aceh yang sudah lama tidak boleh mengadakan seminar nasional, karena pandemi, jadi FLP wilayah Aceh mengadakan seminar ini digelar secara daring, sebagai mana program FLP yang biasanya mengadakan seminar yang diisi oleh penulis atau tokoh literasi nasional.

Untuk masyarakat yang ingin ikut webinar luar biasa ini, bisa langsung menghubungi 085260492796 untuk mendapatkan singlelink webinar ini, atau boleh langsung menambahkan meeting ID dan password yang tertera di flyer.

Monday, June 15, 2020

Kenangan Bersama Sungai

Fresh Water #kadangkadangbercerita eps #10

Ini adalah spot-spot mandi paling menarik masa  kecil, sebelum water park dan wahana pemandian hadir di kota kami, kami parte bocah-bocah dengan sembunyi-sembunyi tanpa sepengetahuan orangtua mandi di sungai terdekat kampung. Di sinilah awal mula asal-usul cikal bakal asbabul wurud dan sejarah kenapa kami bisa berenang.


Walaupun sedang asik berenang nanti ibu akan datang dengan ranting pohon di tangannya dan mencambuk anaknya ketika ketahuan, itulah kenangan indah yang patut dikenang, pukulan sayang karena sudah berbohong dan ibunda tak tega anaknya mandi di air sungai yang disinyalir oleh ibu air yang kotor.  Kalau melihat pendidikan di negara maju, di usia sekolah inilah anak-anak diajarkan skill yang sunnah ini, tapi sekolah-kolah Aceh cuma beberapa saja yang ada guru olahgaranya mengajari berenang, hanya dengan mitos banyak makan ikan supaya bisa berenanglah kita hidup..eh?
Tersiar kabar setiap tahun laut menelan korban tenggelam, tak ada penjaga pantai apalagi penjaga sungai.. masyarakat mengkambinghitamkan penunggu sungai atau penunggu laut yang meminta mangsa.

Seandainya ada pendidikan wajib berenang dan peningkatan pengamanan, ada yang ahli resque ditempat-tempat mandi alami, akan banyak orang yang selamat ketika berwisata.

Saturday, June 13, 2020

Terimakasih Masker

Masker menjadi berkah, pada adik-adik perempuan di pagi hari yang mengantar kue ke warung kopi yang dipenuhi laki-laki. Masker menjadi berkah, bagi adik-adik di jalan raya, bersepeda dan bersepeda motor, melindungi wajah dari pancaroba dan hilangnya bedak diterpa angin atau tercampur debu jalanan. Masker menjadi pelindung dari bau mulut ketika kita bicara berdekatan dengan sesama pria.


Masker yang kita pakai di dalam rumah, melindungi kita dari makan berlebihan yang menambah berat badan.

Dulu, yang menutup wajah, di bulli ninja. Kini banyak memakainya

Wednesday, May 27, 2020

Kenduri Kebangsaan, Event Terbesar Aceh Sebelum Corona


Jokowi Kembali ke Aceh, seingat saya ini kali ketiga setelah 13 Desember 2018 bertemu Ulama Se-Aceh, kemudian memantau langsung setelah beberapa hari Gempa Pidie Jaya dan kali ini kemarin, menghadiri Kenduri Kebangsaan di Sukma Bangsa Bireuen.
Selain menjanjikan Tol Selesai dua tahun lagi  dan sebagain ruas bisa dipakai untuk arus mudik lebaran ini, Jokowi yang di pintu masuk acara sempat mengaduk kuah beulangong  bilang dalam pidatonya; negara yang lambat pembangunan infrastukturnya akan dikalahkan oleh negara yang cepat berkembang, maka beliau memacu infrastruktur di berbagai pulau tahun ini. Sebalik itu Presiden juga menyindir alokasi dana Otsus yang besar di Aceh tapi tidak bisa mengurangi angka kemiskinan yang juga besar di daerah yang dulunya istimewa ini. Pak Presiden juga dalam waktu dekat akan mengadakan rapat untuk realisasi MoU Helsinki dan membicarakan rencana ke Abu Dhabi untuk membincangkan masalah investasi dengan Syeikh Muhammad Bin Zayed An-Nahyan, Pangeran Abu Dhabi yang ingin berinvestasi di bidang pariwisata di Aceh.
 Orasi menggelegar disampaikan oleh Surya Paloh yang menginginkan Aceh ini bersatu dan mengesampingkan pertikaian antar sesama dan berpikir untuk kemajuan Aceh ke depan, jangan hanya berpikir untuk kepentingan golongan sendiri. 
Kenduri Kebangsaan digagas oleh Forum Bersama (Forbes) DPR RI dan DPD RI asal Aceh berkerjasama dengan Sekolah Sukma Bangsa. Dengan tema Keacehan, Keislaman dan ke keindonesiaan.
M. Nasir Djamil mengatakan Acara ini adalah ajang bagi orang Aceh yang sukses di nasional untuk pulang membangun Aceh.
Awal gagasan ini karena Aceh paling banyak kendurinya, baik kenduri Mate (kenduri orang meningal) maupun Kenduri Udep (kenduri orang masih hidup) dari Kenduri Maulid, Aqiqah, Kenduri lahir anak, Turun ke Sawah (kenduri Blang), Kenduri Bereuat (malam nisfu syakban), kenduri tujoh (kenduri hari ketujuh orang meninggal), Kenduri Laut, Kenduri pernikahan dan kenduri lainnya yang berjumlah puluhan. Maka dari itu perlu satu kenduri untuk menyatukan kembali masyarakat Aceh. 
Dalam video opening beberapa kenduri ditayangkan, seperti kenduri bereuat dan kenduri sayeum, yaitu kenduri  setelah proses perdamaian ketika ada dua keluarga atau ada dua pihak bertikai dialog perdamaian ini dipimpin oleh , maka kedua pihak boleh minum kopi dan makan-makan 
Sebelas menteri hadir di Acara nasional ini. Menteri asal Aceh, menteri Agama Fakrurrazi dan menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Jalil. Acara megah ini juga dihadiri Wakil ketua MPR-RI Lestari Meordijat, yang sudah datang beberapa hari sebelum untuk memastikan kesiapan acara ini,   Juga Gubernur Ace didampingi para bupati/walikota  dari seluruh kabupaten/kota di Aceh. Anggota DPR dan DPD dari Aceh. Juga undangan dipenuhi oleh anggota DPRA, terlihat Teuku Irwan Johan, Dahlan Sabena dan para tokoh Aceh lainnya yang menjabat di gedung dewan. Tidak lupa pula dalam list undangan para kepala dinas dari seluruh Aceh.
Acara meriah ini diawali Dalail Khairat yang dipimpin oleh Tu Sop. Kemudian pembacaan Al-Qur’an oleh Takdir Feriza, Qari Internasional. 
Acara berlangsung dari pagi sampai malam hari ini disuguhi berbagai macam kuliner khas aceh juga seluruh tarian asal Aceh. Tarian Aceh diawali dengan Seudati, Ratoh Jaroe, Tarek Pukat, Guel, Rapai Geleng, Saman dan Likok Pulo yang dibawakan oleh 400 siswa-siswi Sukma Bangsa dari tiga lokasi Bireun, Pidie dan Lhoksemawe, siswa yang tampil juga dari berbagai etnis di Aceh termasuk siswi etnis Tionghua yang bersekolah di Sukma. Tari Aceh yang hana cilet-cilet (tidak tanggung-tanggung) mereka dua bulan dilatih oleh koreografer, dan aransmen musik nasional, “Dari bukan penari dan pemain musik, mereka menjadi penari yang menampilkan tarian berskala internasional” kata Muzakkar A. Gani, Bupati Bireun di akhir acara. 
Rafli Kande yang juga mengisi Acara dengan menyanyikan lagu diiringi paduan suara siswa Sukma Bangsa dari Pidie, Bireuen dan Lhoksemawe.

Seniman nasional asal Aceh, Fikar W. Eda juga membacakan puisi terbarunya di Panggung Kenduri Kebangsaan yang megah ini. Dalam puisinya beliau menyebutkan tentang banyak keistimewaan Aceh, hasil alam dan termasuk juga masakan yang selalu diidamkan, seperti kuah Beulangong, Sate Apaleh dan kuliner khas Aceh lain. Setelah membaca puisi secara elegan dan mengharukan suasana kemudian langsung dilanjutkan dengan tarian masal siswa.
Tidak hanya untuk Sukma Bangsa, panggung megah ini juga terbuka untuk penampilan seni untuk gampong dan sekolah sekitar, terlihat ada Seudati dan tari Aceh lain yang menggoyang panggung dari pagi sampai malam hari.
Pameran juga bisa kita saksikan dari depan pintu masuk, ada galeri mobil minivan kopi dari berbagai daerah yang menyajikan kopi arabika, sanger, kopi espresso dan kopi lainnya yang khas dari daratan tinggi Gayo. Juga ada pameran dari Dewan kesenian Aceh, berbagai produk handycraft seperti kupiah Syam dan kupiah meuketop asal Pidie, karya dari barang-barang bekas, makanan khas Aceh dalam kemasan seperti dendeng sampi, Asam kana dua maulana, dan berbagai karya lain. 
Di dalam venue ada stand berbagai universitas,seperti Unsyiah, UIN Ar-Raniry dan Al-Muslim, tidak juga ketinggalan Stand Sekolah yang memamerkan koleksi prestasi instansi masing-masing dan berbagai dinas yang membuka pelayanan di Kenduri kebangsaan sejak kamis, terlihat paling meriah dan rame stand DISDUKCAKPIL Bireun yang membagikan KTP  langsung kepada warga yang sudah mengurus kartu tanda pengenal elektronik ini.
 
10 sapi disembelih untuk 40 kanet kuah beulangeng. 10 Gampong sekitar diajak Panitia untuk menyembelih sapi dan memasak satu Beulangong dan satu beulangeng spesial untuk warung makan hits di Banda Aceh, Lem Bakri. Sebanyak 40 Beulangong siap dinikmati tamu yang datang, tidak hanya itu, proses penyajian untuk tamu dihidangkan secara Adat Aceh yang biasa disebut Idang Meulapeh, yakni puluhan Idang (bakul berisi hidangan  nasi dibungkus dengan daun pisang, aneka kuah dan daging) dibawa bersama-sama dan di hidangkan untuk tamu yang hadir.  
Untuk penghidang jamuan dilatih khusus oleh chef dan trainer pramusaji dari Indocater.  Para pramusaji diambil dari guru dan pegawai Sukma Bangsa.   
Undangan disediakan untuk 5.000 tamu. Baik dari kalangan pejabat daerah, tokoh masyarakat dan warga kabupaten Bireun. 
Masyarakat berharap acara ini bisa menjadi agenda tahunan di Aceh, Kanduri Kebangsaan ini diharapkan bisa menjadi pemersatu rakyat dan tempat rakyat bisa memamerkan karya seni, baik tarian, kuliner dan kerajinan tangan.
Kenduri Kebangsaan ini bisa diikuti di Instagram di akun @Kenduri_kebangsaan dan juga di hastag #DariAcehUntukIndonesia terimakasih kepada semua pihak terutama masyarakat yang sudah mendukung acara ini, kami dari panitia memohon maaf jika ada kekurangan di masakan  maupun kurang di pelayanan. 



Sunday, May 10, 2020

Hujan Lebat Terus-menerus Juga Fenomena Global Warming Lho!


Curah Hujan Semakin Meningkat Akibat Global Warming? benarkah itu?

Setelah manusia dunia berhenti beraktifitas, kita mulai tahu dampaknya untuk alam. Himalaya kini bisa dilihat dari Punjab akibat polusi udara berkurang, lumba-lumba kembali ke Venice, Italia setelah tidak lagi ada wisatawan yang mondar mandir di kanal-kanalnya. Udara menjadi bersih dan binatang kembali bisa bersinergi dengan alam tanpa takut ditabrak kendaraan atau diburu manusia.
Kita sekarang sadar, betapa kita sudah merusak alam ini. Merenggut kebahagiaan bumi dan terus mengeruk hasil bumi tanpa memikirkan dampak lingkungan. Beraneka tambang sudah banyak sekali merusak hutan,mematikan hewan dan mempersedikit cadangan air.
Global precipitation increase per degree of global warming at the end of the 21st century may be about 40 percent smaller than what the models currently predict. Credit: Haley Luna


Suhu yang semakin panas membuat virus mudah berevolusi. Virus corona sekarang berevolusi sehingga susah sekali diciptakan vaksinnya. Kebodohan warga dan ketidaktepatnya keputusan pemerintah membuat virus ini sulit ditaklukkan.

Saat dunia kapitalis berorientasi terus  pada progress, misalnya produksi kendaraan dan penjualannya harus meningkat dari tahun ke tahun, apapun caranya. Mereka mengabaikan alam demi peningkatan penghasilan.  

Kolkata misalnya kota paling tinggi tingkat polusinya, disebabkan oleh product seperti unilever yang pabriknya di kota itu.mereka menyumbang polusi ke laut dan udara India. China dan India adalah sasaran empuk bagi perusahaan produk sehari-hari internasional untuk berproduksi. Warga yang banyak membuat harga gaji untuk pegawai lebih murah. Sebagai dasar prinsip ekonomi dengan modal sekecil-kecilnya, untuk memperoleh untung sebesar-besarnya.
Batu bara dipakai di Indonesia untuk tenaga listrik (batu bara) karena batu bara ini mudah dan murah, dan disediakan alam tidak peduli lingkungan di sekitar tambang ini rusak.  Kerusakan  hutan ,sumber air bersih dan kesehatan masyarakat bukan hal yang terlalu dipikirkan oleh pengusaha batu bara yang haus akan harta.

Monokultural  juga penyumbang kelestarian alam di Indonesia. Sawit Luas perkebunan sawit di Sumatera adalah 6,8 juta hektar atau hanya sekitar 14,4 persen dari luas daratan Pulau Sumatera. Dengan kata lain, penggunaan lahan di Pulau Sumatera yang terbesar adalah untuk kawasan hutan dan bukan untuk kebun sawit. Di Aceh Tamiang perkebunan sawit sejauh mata memandang. Sawit membawa petaka bagi alam dan menambah pundi-pundi dolar untuk banyak perusahaan kosmetik dan makanan, sedangkan kondisi alam dan masyarakat di sekitar tambang dan kebun sawit tidak diperhatikan.

Wah, kita sudah jauh ke sawit dan batu bara, padahal saya mau cerita tentang hujan dan global warming. Kita pikir secara logika kalau kata Global Warming ya tentu penambahan panas (warming) jadi akibat atau tentang penambahan suhu saja, tapi kita lupa kalau hujan juga global warming. Berikut saya kutib dari Dilansir dari Huffington Post (9/3), temperatur global kini sedang mengalami kenaikan yang berkelanjutan, dan jika terus-menerus demikian, hujan besar akan segera berdatangan. Hal ini disampaikan dalam sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Nature Climate Change.


Para ilmuwan juga meramalkan akan terjadi peningkatan resiko banjir, bahkan di tempat kering sekalipun. Hal ini berarti resiko banjir bandang akan terjadi di daerah yang sudah langganan dilanda banjir.


Studi yang dipimpin oleh Markus Donat, ilmuwan iklim dari University of New South Wales ini, mempunyai hasil yang berkebalikan dari asumsi dampak global warming. Selama ini global warming diperkirakan menyebabkan area kering jadi makin kering, dan area perairan akan makin meninggi.

"Baik di area kering maupun perairan, kita akan melihat kenaikan signifikan dan kuat dari intensitas hujan yang tinggi," ungkap Markus Donat.
Donat dan tim mengumpulkan data curah hujan sejak tahun 1951 hingga 2010, dari 11.000 badan cuaca di seluruh dunia. Dalam rentang waktu tersebut, ditemukan bahwa curah hujan tinggi mengalami kenaikan 1 hingga 2 persen per dekade. Tren ini akan berlanjut lebih kuat hingga akhir abad ini, dan mungkin akan terjadi banjir tambahan di area-area yang tidak terduga.
"Kami menemukan hubungan yang kuat antara global warming dan hujan tinggi, Saat CO2 dan gas rumah kaca lain memasuki atmosfer, suhu akan meningkat, memicu peningkatan penguapan air ke atmosfer. Peningkatan kelembapan ini akan memicu hujan yang semakin deras dan semakin ekstrem seiring dengan pemanasan global.



Variasi iklim dari tahun ke tahun ini sebagian besar dipicu oleh El Niño — fenomena cuaca tropis yang menghangatkan permukaan Samudra Pasifik Timur. El Niño menyebabkan peningkatan suhu lokal dan perubahan pola dan curah hujan yang independen, di luar pengaruh pemanasan global. terutama di daerah luar tropis," ungkap Donat. "Kita akan melihat hujan tinggi di daerah-daerah yang kering."

Studi ini tentu penting, terutama bagi mereka yang masih belum mempersiapkan diri untuk menghadapi dampak perubahan iklim yang ekstrem. Terus apa yang harus kita lakukan untuk mengontrol perubahan iklim ini? Kita sebagai makhluk yang paling bertanggungjawab atas segala polusi dan kerusakan alam ini. Maka banyak hal yang bisa kita lakukan sesuai dengan porsi kita masing-masing. Sebagai blogger tentu saja kita harus menulis dan memposting hal-hal pelestarian lingkungan, cara-cara berkebun dan meningkatkan kualitas udara di lingkungan kita.



Menurut situs resmi pemerintahan kabupaten Buleleng bulelengkab.go.id ada enam cara untuk kita menjaga lingkungan;
1) Tidak Membuang Sampah di Sungai
Membuang sampah di sungai dapat mengakibatkan aliran air yang ada di sungai menjadi terhambat, menjadi tersendat, aliran air tak lancar dan inilah yang menjadi salah satu pemicu timbulnya banjir, ikan-ikan yang mati dan tentunya merugikan manusia itu sendiri.

2) Tidak membakar sampah

Membakar sampah dapat melepaskan gas-gas yang menyebabkan kerusakan ozon. Mengatur jumlah atau posri sinar ultraviolet yang masuk ke permukaan Bumi, melindungi Bumi agar sinar ultraviolet tersebut tidak langsung mengenai permukaan Bumi, menyerap sinar ultraviolet, menjaga suhu di Bumi agar tetap stabil, melindungi permukaan Bumi dari benda- benda langit yang jatuh.

3) Menghemat Energi

Produk baru yang dihasilkan dari bahan baku produk daur ulang ini bisa menghemat begitu banyak energi yang dikonsumsi pada proses produksi. Hal ini tentu berbeda dengan produk baru yang dibuat pertama kali dari bahan-bahan mentah yang masih baru, di mana jumlah energi yang dikonsumsi tentu jauh lebih tinggi.

4) Menggunakan Produk Daur Ulang

Daur ulang merupakan salah satu bentuk strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian dan juga pembuatan produk/material yang bekas pakai, serta komponen utama di dalam manajemen sampah modern dan bagian ketiga pada proses hirarki sampah 4R (Reduce, Reuse, Recycle, dan Replace).

5) Menanam Pohon

Kegiatan ini dilakukan dengan memiliki manfaat agar mencegah terjadinya abrasi yang menyebabkan rumah masyarakat menjadi longosr dan hanyut ke sungai. Abrasi adalah proses pengikisan pantai yang dikarenakan tenaga gelombang laut dan arus laut yang memiliki sifat merusak. Biasanya, abrasi sering disebut juga dengan nama erosi pantai

6) Melarang Perburuan Liar

Perburuan liar merupakan suatu kegiatan pengambilan hewan dan tanaman liar secara ilegal yang bertentangan dengan peraturan konservasi serta manajemen kehidupan liar. Perburuan liar ini merupakan suatu tindak pelanggaran terhadap peraturan dan hukum perburuan.
Demikian artikel ini saya buat, sebagai tugas dari kelas Whatsapp FLP Aceh X Bai Ruindra.

Monday, April 13, 2020

Kenapa Takut Sama Corona

Selain manajemen pencegahan, Pemerintah juga harus menciptakan suasana nyaman dalam dada masyarakat supaya tidak bertambah ketakutan.

Memakai masker saat kemana-mana sedikit mencegah virus Corona, seperti membuat kunci ganda di sepeda motor. Walaupun tak menjamin motor kita tak bisa hilang, tapi setidaknya memperlambat pencuri, atau membatalkan niat si pencuri untuk mencuri motor kita, karena motor kita banyak pengamannya.

Atau memakai masker sama dengan membatalkan niat polisi menilang motor kita karena motor kita lengkap SIM dan STNK.


Wednesday, January 22, 2020

Lima Penyebab Aceh Miskin



Setelah saya teliti secara meluar -lawannya mendalam-, ada lima penyebab Aceh dikira daerah termiskin di sumatra. Saya bagi ke dalam dua fase penyebab ini yaitu saat konflik dan setelahnya. Tiga saat konflik dan dua setelahnya.
Saat konflik ada tiga yang populer disebut dengan tragedi Brat Ipoh.

  • 2     Kelelahan

Kelelahan ini akibat ketidakpandaian orang Aceh dalam menerjemahkan makna dari kata-kata tentra di masa suram Aceh. Seorang warga disuruh manjat kelapa, dan memetik buahnya. Saat sudah beberapa pohon, dia turun dan bilang sama tentra
“sudah kuat saya pak!”
“ya Kalau kuat naik lagi” jawab tendra itu, lalu dia naik lagi, sampai lelah sekali dan hasil naik kelapa dinikmati oleh tentra sampai Aceh miskin.
  • 3      Miss komunikasi

Miss komunikasi ini adalah saudara dari miss universe. Saat membeli pisang di Padang Tiji, seorang tentra menampar penjual. Bagaimana ceritanya.
Saat menawar pisang, tentra menanyakan “Berapa pisang ini satu sisir?”
“lima ribu pak!”
“kalau yang ini?” tanyanya melihat sisir pisang yang lebih besar dan menarik di ujung tandan
“oh, ini sepuluh ribu Pak?”
“kenapa pulak ini lebih mahal?”
“itu kepala mu Pak”
Terjadilah peristiwa naas itu.

  • 4.       4Ketidakcakapan berbahasa orang Aceh.

Saat konflik diwajibkan kami yang muda-muda laki-laki untuk jaga malam, maka kadang-kadang serdadu berpatroli dan selain suka sama gadis desa yang cantik mereka juga suka bertanya-tanya pada orang di pos Siskambling.
“Berapa orang yang jaga?”
“Tidak kubilang!” jawab seorang diantara penjaga malam yang paling berani lam kawan.
Plak!
Dia kena tampar
Lalu ditanya lagi, “Berapa orang yang jaga!”
“Tidak kubilang!”
Plak! Dia ditampar lagi..
(padahal maksudnya tidak dia hitung, hitung dalam bahasa Aceh itu Bileung, kalau dibahasaindonesiakan jadi bilang)
Akhirnya dia serta banyak yang tak lancar bahasa Indonesia menderita radang telinga dipukul serdadu dan jadi susah mencari rezeki dan membuat Aceh miskin.


  • 4     Kemalasan Pengawai BPS dan ketidakjujuran penjawab survey


Survey kepada orang Aceh oleh sensus masalah harta, tak banyak orang mau mengasihtahu berapa banyak hartanya.
Saat ditanya sama pegawai “Padum boh lumo droen?”
“dua boh sagai!” padahal dikandang banyak.
Saat ditanya tiban inan? Jawabannya “inan lah!” cc. @ulokgram. Berarti orang Aceh sangat tawaduk dan tak mau berbangga diri dengan harta dan tak mengelist semuanya.
  • 5.       Pengaruh Snock Geuronyoe

Ajaran Snock, selain merubah banyak hadih maja, dia jua menyebarkan ajaran supaya orang Aceh tak perlu berpikir banyak untuk dunia. Jadi segala sesuatu yang agak dunia sikit orang Aceh akan bilang “donya mandum nyan” sehingga banyak orang masuk yang menguasai perdagangan. Sedangkan kita pribumi menguasai pergadangangan. Pasal tu lah Raju, kita dimiskinkan!